Selasa, 11 November 2014

Curhat Copet

Duh mak...
Shock, lemes, linglung hari ini... andai jakarta ga macet,, andai biaya membawa kendaraan ga mahal..hahaha (kok curhat colongan)

Pagi ini naik kopaja 502 dari otista menuju tanah abang, agak kesiangan dan kopaja yang sudah ngetem hampir penuh, hanya tersisa kursi panjang paling belakang.. aku duduk disitu.
Sampai di cikini banyak lelaki rapih naik ke kopaja sekitar 5 atau 6 orang, sebagian membawa tas ransel rapih dan bersepatu pantofel dan sebagian bertas slempang mini.
Lelaki rapih ber tas slempang mini duduk disebelahku, dan beberapa lelaki ber tas rangsel duduk di kursi depan dan sebagian lagi berdiri.
Aku memang terbiasa memperhatikan sekitar..*maklum rada kepo,,hahaha..
Awalnya aku merasa melihat sebelahku memberikan kode dengan tangannya kepada lelaki yang berdiri didepannya dan dia juga seperti sedikit menoleh ke arahku seolah-olah memperhatikanku, beberapa lelaki berdiri tampak gelisah jalan ke depan dan kembali lagi ke belakang,... fikirku, ahhh mungkin mereka berteman atau mereka copet.. (aku mulai curiga)
Di lampu merah Sarinah salah satu lelaki yang duduk di depanku melempar koin ke penumpang yang sedang membaca koran, sepertinya mereka sedang mengalihkan perhatian..(ahhhh fixed mereka gerombolan copetttttttt)..
seketika aku memutuskan untuk turun dilampu merah sarinah,, (duhh padahal tanah abang masih jauh).
Di pinggir jalan aku berdiri sejenak, sambil berfikir (nyambung naik kopaja lagi atau naik ojek),, aku liat sekitar ada tukang ojek, tapi sekilas tukang ojeknya kok mukanya serem.
Akhirnya aku memutuskan untuk nyambung naik kopaja 502 lagi, aku duduk di belakang supir. Tidak lama ada mbak-mbak naik dan dia seperti mbak-mbak yang ada di kopaja sebelumnya. 
Aku tengok kebelakang dan ingin berkomunikasi dengan mbak-mbak itu, aku berucap 'mbak naik kop.....' aku terhenti seketika karena ada bapak2 yang membentakku " Hey jangan dikasih tau dong ahhhh". dan tiba2 kakiku dicolek oleh supir kopaja, dia sambil berkata "copet". 
Aku masih terperangah, ternyata si bapak yang membentakku itu copet yang sedang beraksi dan mengira aku memberi tahu korbannya.. ahhhhhhh..lemessssssss
Dalam satu perjalanan bertemu dua kelompok copet...duhhh mualesi banget kan..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar